28 January 2020

Mencatata Memperlambat Kepikunan

Seorang siswa sedang mencatat
Pada zaman era digital, kertas dan pulpen seolah tidak lagi menjadi alat utama anak sekolah untuk menulis dan mencatat. Mencatat dapat dilakukan di kertas virtual. Aplikasi microsoft word disediakan secara ramah sehingga dapat digunakan pada android. Mencatat dengan menggunakan word pada android lebih banyak dipilih karena praktis.

Pada zaman digital, mencatat sudah digantikan dengan merekam. Para siswa yang enggan menulis, menggunakan fasilitas merekam suara, bahkan merekam dengan gambar sehingga menjadi video. Menyimpan rekaman baik bentuk suara (MP3) atau berbasis gambar dan suara (MP4) tujuannya sama dengan mencatat secara manual yaitu sewaktu-waktu dapat diakses kembali. Pengaksesan untuk tujuan lebih memperdalam yang sedang dijadikan topik, bisa pula untuk tujuan memahamkan diri sendiri. Keterbatasan waktu di dalam kelas menyebabkan catatan menjadi alat yang diandalkan ketika hendak membuka ulang materi yang sedang dipelajari.

Mencatat dengan menggunakan rekaman, tanpa melibatkan tangan bergerak menulis, berbeda pengaruhnya pada otak. Merekam membuat si perekam tidak cermat ketika menyimak yang didengarkan. Alasan, yang sedang dijelaskan dapat diputar ulang nanti di rumah, membuatnya lengah.

Membaca untuk Investasi

Siswa SMAN 2 Cianjur sedang membaca masif di lapangan
Membaca menjadi elemen penting bagi guru dan siswa. Kedua individu akademik ini setiap harinya kontak langsung dengan kegiatan reseptif. Reseptif dalam arti memberikan asupan pada pikiran agar terus hidup dan berkembang. Pikiran dan otak yang tidak dipakai tidak akan berkembang, seperti seloroh para komikus di bawah ini.
Pada sebuah otopsi akibat korban virus Corona, terdapat dua korban yang meninggal. Peneliti menganalisa bangsa apa yang menjadi korban. Dia menyimpulkan bahwa jasad pertama orang Jepang dan jasad kedua orang Indonesia. Para mahasiswa yang mendengar kesimpulan peneliti ahli ini amat heran. Kata si peneliti mudah saja membedakan bangsa pada kedua jasad ini.
Sudah pasti yang pertama orang Jepang karena otaknya rusak, aus, terlalu banyak dipakai. Sedangkan yang satunya lagi, pasti orang Indonesia karena otaknya  masih utuh,  tidak pernah dipakai.
Gurauan ini mengandung sindiran. Orang Indonesia otaknya tidak pernah dipakai. Tentu hal ini tidak terlalu salah. Otaknya bukan tidak pernah difungsikan, tetapi pemakaiannya tidak optimal. Sebagai contoh, ketika siswa bersekolah, mereka hanya menyimak dan disuapi oleh guru. Ketika diberi latihan soal, guru membantu siswa dengan arahan yang menuju pada jawaban. Dengan kata lain tidak perlu menggunakan otak. Padahal yang seharusnya adalah menganalisis mengevaluasi dan menciptakan sesuatu berdasarkan hasil pembelajaran.
Kegiatan membaca merupakan salah satu aktivitas yang membuat otak bekerja. Membaca membuka kesempatan atak untuk berkomunikasi antar gagasan. Komunikasi antar gagasan yang dilakukan pembaca dengan penulis terjadi di level analisis dan evaluasi. Pembaca yang kritis ketika ada kontak dengan bahan bacaan pikirannya langsung melakukan kerja. Kerja otak tentu beda dengan kerja fisik. Kerja otak ditandai dengan aktivitas yang menurut Taksonomi Bloom disebut kegiatan kognitif. Kegiatan tersebut diawali dengan memahami, kemudian mengingat apa yang dibaca, kemudian mengaplikasikan yang dipahami dari bacaan ketika dapat dikaitkan dengan kehidupannya secara pribadi. Selanjutnya adalah kegiatan evaluasi. Kegiatan evaluasi merupakan tingkatan kerja pikiran yang menuntut berpikir kritis. Aktivitas kognitif yang dimulai dari memahamkan diri sendiri sampai dengan menganalisis dan mengevaluasi membuat otak bekerja. Kerja otak seperti inilah yang akan membuat otak tidak akan utuh, dalam arti tidak dipakai seperti guruan komikus di atas.
Menurut Taksonomi Bloom ada enam aktivitas otak yang membuat otak bekerja secara optimal. Keenam kegiatan ini berlaku pada seluruh manusia. Tidak terbatas pada apakah dia bersekolah di SD SMP atau SMA, universitas atau bahkan tidak sekolah sama sekali. Semuanya sama, keja otak secara kognitif melibatkan kerja otak dalam enam tingkatan. Keenam tingkatan berpikir tersebut adalah mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.
Membaca, melibatkan komunikasi antar gagasan dalam enam tingkatan berpikir, akibatnya volume otak  meningkat. Sehingga semakin banyak digunakan, maka otak akan semakin besar secara volume. Semakin sering memberi kerja kepada otak diantaranya melalui membaca maka akan membuat otak dalam kondisi yang lebih sehat. Otak yang tidur saja, bukan saja tumpul, namun sulit untuk menyelesaikan masalah yang menuntut keterampilan berpikir kritis. Membaca melatih untuk berpikir kritis. Gagasan penulis ketika sampai pada otak pembaca, dicerna. Setelah dicerna, otak akan menerima atau sebaliknya menolak, merevisi, mengkritik, atau melengkapi. 
Investasi kepada otak supaya terus terus sehat, dengan cara kegiatan membaca, merupakan tindakan yang menguntungkan. Kenapa disebut menguntungkan? Secara volume otak, otak menjadi bertambah artinya kemampuan untuk menganalisis mengevaluasi dan melakukan kebaruan-kebaruan dapat terjadi. Kebaruan bukan selalu dalam arti membuat sesuatu dari yang tidak ada menjadi ada, namun menambah nilai dari yang sudah ada. 
Membaca seperti apa yang dapat membuat kita berinvestasi pada otak? Salah satu ciri membaca yang memberikan investasi adalah ketika ada komunikasi antara pembaca dengan tulisan. Komunikasi yang menghasilkan dialog-dialog baru di dalam pikiran pembaca sehingga menghasilkan pemahaman-pemahaman baru. Pemahaman baru inilah yang menjadi investasi yang mengakibatkan si pembaca bisa menunjukkannya di dalam sikap. Sebagai contoh, seorang siswa SMA berubah cara pandangnya terhadap dirinya setelah membaca buku berjudul "Hargai apa yang kita miliki". Sebelumnya siswa tersebut selalu merasa dirinya memiliki banyak kekurangan. Perhatiannya hanya difokuskan pada kekurangannya saja. Kemudian dia membaca buku motivasi. Setelah itu dia menyadari bahwa yang harus dihargai bukan yang tidak ada pada dirinya. Tetapi dia harus menghargai apa yang dia miliki; yang ada pada dirinya. Yang jumlahnya tidak dapat dia sebutkan karena begitu banyaknya. Dengan kata lain siswa ini berinvestasi dari hasil membaca yang diimplementasikan dalam bentuk sikap.
Melihat begitu pentingnya membaca, maka perlu dijadwalkan agar membaca menjadi salah satu aktivitas harian. Membaca merupakan investasi secara fisik ataupun nonfisik, maka seyogyanya membaca menjadi kebutuhan.

26 January 2020

Newspaper Offers Various Texts for Students

A Student reads a newspaper
Reading various texts is one of the Indonesian Curriculum 2013 demand. Senior High School students, age 15 to 18 years old, are hoped to be able to comprehend and also able to write various texts namely: descriptive, narrative, recount, review, argumentative, discussion,  Advertisement, Brochure, flyer, letter, exposition, explanation, and procedure.

Curriculum 2013 causes students to change the way they learn the language, especially the English subject. English is a foreign language in Indonesia. Introduce students to various texts in English bring their own challenge. One of the challenges is letting the students have contact with the real text.

One of the solutions is inviting the student to read a newspaper. Newspapers can act as the ultimate source for learning how texts used in their real social function. As an example, the adds page allows the student sees various kinds of advertisements. Advertisement is not easy to access by the student, and it is not part of the students reading material they choose to read. Comprehending advertisement is important so that the students can grab a chance.

There is ample text that can be learned in a newspaper. The support from the school is needed. Schools should provide an English language newspaper. The Jakarta Post is the best option.

Siswa menikmati makanan junk food di dalam kelas
Makanan menjadi kebutuhan penunjang keberhasilan belajar para siswa. Di beberapa negara makanan siswa diatur agar mendukung asupan gizi siswa. Di Jepang, siswa SD membawa alat makan dari rumah. Di sekolah, mereka diberi makanan siang.  Makan siang yang tidak hanya sekadar makan.  Tetapi makan untuk menjadi sarana belajar. Pelajaran apa yang diperoleh?

Pertama, belajar menyiapkan makanan. Para siswa dibimbing guru untuk menyiapkan makanan di meja yang disediakan.  Mereka belajar makan pada situasi kelompok. Dengan cara ini, para siswa dapat melihat bagaimana cara orang lain makan. Penggunaan garpu, sendok, sumpit menjadi contohnya.  Penggunaan garpu dan sendok bukan budaya Jepang. Sesekali para siswa melihat orang memakai garpu. Biasanya tamu non Jepang yang ikut makan diizinkan makan dengan cara dan budayanya. Meja makan menjadi tempat belahar mengenal budaya makan orang lain. Perbedaan cara makan mengajarkan untuk bisa menerima orang lain dengan budayanya tanpa dipersoalkan perbedaannya.  Sebaliknya, menjadi bahan untuk lebih mengenal budayanya sendiri.

Kedua, blajar bertanggungjawab pada makanan yang diambil. Setiap makanan sangat dihargai. Para siswa diberitahu bahwa untuk semangkuk sup, perjalanan yang dilaluinya amat panjang. Para siswa doajarkan bagaimana mengontrol diri untuk tidak mengambil makanan melebihi kemampuan perut untuk menampungnya. Para siswa diajari untuk menghabiskan makanan dan tidak diperkenankan membuang makanan. 
Ketiga,  belajar mengurusi alat makan setelah makan. Para siswa , masing-masing, mencuci piring, mangkok  dan alat makan yang dipakainya. Selain itu, secara bergiliran,  para siswa berkewajiban mengepel ruang makan. Ruang makan ketika ditinggalkan sama bersihnya dengan ketika masuk. 

Keempat, belajar mengelola sampah makanan.  Para siswa diajari membongkar karton susu sedemikian rupa sehingga menjadi seperti lipatan kertas. Kemudian sampah karton bekas susu tersebut dikumpulkan, dimasukkan pada tempat yang disediakan untuk karton. Sedangkan sampah lainnya, dikumpulkan sesuai kategori dan disimpan pada tempat yang disediakan.  Pembiasaan memilah sampah yang efektif karena dilakukan setiap hari.

Bagaimana dengan siswa kita? Sejauh ini pemberian makanan secara terkontrol dan teruji kualitasnya agar mendukung siswa belajar, belum disediakan pemerintah.  Pemerintah tidak menyediakan makan siang untuk siswa. 

Beberapa sekolah menyiasati jaminan makanan dengan menyediakan kantin sehat. Sehat dalam arti makanan yang dijual tidak mengandung zat-zat berbahaya. Sekolah secara reguler memeriksa makanan yang dijual di kantin. Cara ini memberikan sumbangan yang baik untuk makanan yang dikonsumsi siswa selama berada di sekolah. 
Berlawanan dengan sekolah yang berusaha mengontrol makanan yang dijual di kantin dan tempat jajanan sekolah,  masih ada sekolah yang tidak mengatur dan memberikan syarat kesehatan untuk makanan yang dijual di kantin sekolah. Kantin seperti ini menjadi sumber bahaya yang nyata bagi siswa.
Sebagai contoh kasus, di sebuah rumah sakit ada seorang siswa dirawat. Menurut dokter, siswa yang dirawat ini usus buntu dan usus buntunya harus dibuang.  Penyebabnya adalah makanan. Siswa tersebut mengaku sangat menyukai Seblak. Makanan pedas terbuat dari bahan campuran mi, bakso, sosis, telur dan seabreg cabai. Terdapat pilihan level pedas. Siswa ini menikmati setiap sendok Seblak yang sangat pedas. Sementara untuk makanan lain, dia kurang menyukainya. Menurutnya tidak menantang. 

Makakan sampah atau junk food yang disediakan di sekolah menjadi makanan utama yang akan dikonsumsi siswa. Menjadi bagian dari tanggung jawab sekolah untuk turut mengatur, mengontrol dan menentukan makanan apa yang boleh dijual di sekolah. Semoga dengan cara ini, para siswa selamat dari makanan sampah. 

24 January 2020

Selalu ada siswa yang asik dengan dunianya sendiri

One of the students is in her own world

Kegiatan di dalam kelas telah dirancang sedemikian rupa oleh guru agar melibatkan seluruh siswa. Rancangan yang sangat profesional telah ditulis dalam RPP sehingga dengan mudah dapat dikaji sebelum dilaksanakan. Di atas kertas, atau pada RPP, kegiatan di dalam kelas terlihat berjalan baik. Metode pembelajaran yang dpilih oleh guru dirancang sesuai dengan kebutuhan para siswa memperoleh pengalaman belajar.

Pada saat rancangan tersebut dilaksanakan di dalam kelas, tidak semulus di atas RPP. Ada siswa yang tidak dapat ikut terlibat dalam pembelajaran. Secara fisik tubuhnya ada dalam kelas, bahkan ada dalam kelompok. Namun tidak mengikuti pembelajaran. Kondisi ini memprihatinkan. Tentu ada alasan mengapa dia tidak mengikuti pembelajaran.

Menegur siswa yang asik dengan dunianya sendiri, bisa saja menghentikan lamunan dan mengembalikan pikirannya kembali ke kelas. Teguran tidak berakhir seperti yang diharapkan RPP, yakni seluruh siswa aktif, ikut serta dalam pembrlajaran.

Untuk kasus seperti di atas, saya melakukan hal berikut. Pertama, saya menegur, menanyakan kenapa duduknya tidak sigap sehingga merusak bentuk tulang punggung dan duduk yang tidak tegak pada tulang punggng mengakibatkan tidak siapa belajar. Biasanya, siswa akan memperbaiki cara duduknya.  Selanjutnya, saya akan memberinya beberapa pertanyaan. Pertanyaan tersebut bersifat interogatif, pertanyaan yang menggali kenapa, ada masalah apa, apa ada yang bisa dibantu oleh guru, kapan terakhir kamu merasa bahagia, apa mimpi kamu ke depan. Intinya sederetan pertanyaan yang meminta siswa tersebut curhat secara tertulis.

Mengapa saya melakukan itu? Tujuannya tiada lain adalah agar siswa tersebut menyampaikan perasaan dan isi hatinya sehingga saya sebagai guru bisa mengetahui masalah yang dihadapinya. Menginterogasi secara lisan akan mengganggu siswa lain yang sedang mengerjakan latihan. Interogasi secara tertulis memungkinkan siswa tadi menulis tanpa merasa canggung. Pertanyaan guru dan jawaban siswa tidak didengar yang tidak berkepentingan. Siswa merasa aman, walaupun sesungguhnya dia sedang membuka dunianya.

Semoga tidak banyak siswa yang tenggelam dunianya dan dibiarkan oleh guru. Pembiaran akan membuat siswa tersebut tersesat pada pikiran dan lamunan yang tidak berujung.

22 January 2020

Clariskecth menyelamatkan siswa pemalu

Clarisketch adalah aplikasi yang disediakan oleh play store untuk membantu penggunanya dapat berbicara berbasis foto, gambar atau sketch. Perekaman gambar dan suara bisa dilakukan secara offline.
Teknik penggunaan Clarisketch diawali dengan mengunduh aplikaso dari play store.
Setelah aplikasi terpasang pada android, perekaman dapat segera dimulai. Sebagai contoh siswa diminta menjelaskan sebuah benda, maka masuk pada langkah kedua. Klik aplikasi, klik tanda + , pilih apakah benda yang dijelaskan mau sketsa. Misalnya klik foto. Maka arahkan kamera pada benda yang akan dijelaskan. Setelah itu klik ok.
Langkah ketiga, klik tanda pensil. Pada saat tanda pensil diklik, pada saat itu pula rekaman dimulai. Rekaman sangat sensitif, walaupun sekeliling ada noise, selama pembicara suaranya lebih dominan dari sekitarnya, maka suaranya akan bisa didengar kembali pada rekaman.
Langkah keempat, setelah merekam selesai, klik tanda kotak, dan otomatis rekaman akan tersimpan pada file yang diorganisasikan oleh Clarisketch.
Pada tahap pembelajaran, tentu tidak bisa ujug-ujug merekam. Bebarapa langkah sebelumnya harus dilakukan. Misalnya saja menyampaikan tujuan pembelajaran, mengenalkan aplikasi Clarisketch. Untuk aplikasi, saya tidak meminta siswa untuk mengunduh aplikasinya, cukup pada hape saya saja, hape guru. Lakukan mengajar sesuai dengan langkah pembelajaran pada RPP, pada bagian merekam, baru Clarisketch digunakan.
Berdasarkan pemakaian Clarisketch terdapat beberapa kelebihan, diantaranya: siswa merasa nyaman berbicara pada saat praktik berbicara, kondisi yang berlawanan dengan pada saat siswa berdiri ke depan dan berbicara di depan kelas; fitur sketch membantu siswa dapat menandai gambar yang sedang dijelaskan; merekam bisa secara offlline; hasil rekaman dapat diberikan pada siswa lain dan dijadikan bahan untuk mengkaji apa yang dibicarakan oleh temannya, mendapatkan inspirasi dari rekaman teman; memberi bintang atau emotikon untuk rekaman yang bagus; rekaman dapat disimpan di youtube.

No National Examination as Covid-19 Hit the Country

Teachers, administrators, and principals prepare all the students to be ready to join the national examination. This year is planned to be t...