Showing posts with label Hari ini Marini Pulang. Show all posts
Showing posts with label Hari ini Marini Pulang. Show all posts

07 June 2019

Resensi Cerpen: Anak Mersusuar


1:  Hari ini Marini Pulang

Oleh: Mashdar Zainal
Peresensi: Badriah
(1) Kutipan kata atau kalimat yang menarik dalam cerpen tsb;
JENAZAH Marini tiba di rumah duka pada hari pertama puasa. Tiga jam menjelang waktu berbuka.

Ramadan ini Marini pulang, Mak! Itu yang dikatakan Marini sebulan silam di telepon. Dan kini, Marini benar-benar pulang. Menepati janjinya. Pulang dengan cara lain.
***
“Sekarang juga tetap jadi ladang kok, ladang amal buat Emak. Percayalah! Bahkan sepetak tanah yang menjadi tempat sampah pun akan bisa bicara pada Tuhan kelak.”
Pada saat itulah emak melihat Marini mengerjapkan mata dan bangkit dari rebahnya seperti orang yang habis bangun tidur.

 (2) Paragraf kunci dalam cerita;
Saat pergi ke stasiun itulah, selepas mandi, tiba-tiba Marini merasa tubuhnya sangat dingin. Kepalanya juga sedikit pening. Ia membaringkan tubuhnya sebentar, dan tak bangun lagi. Teman-teman satu rumah kontrakan membawa Marini ke rumah sakit, dan Marini tak terselamatkan. Dokter menduga Marini terkena angin duduk.

 (3) Yang hendak disampaikan pencerita (menurut saya sebagai peresensi)
Umur tidak ada yang tahu, ajal bisa menjemput siapa saja tanpa pandang umur dan waktu

 (4) Pesan moral
Belajar melaksanakan kegiatan dengan skala prioritas dan terencana agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

(5) Kritik untuk cerpen: sajian terasa sangat ringan didukung dengan gaya penyampaian yang apik sehingga memudahkan mencerna apa yang sedang disajikan. Bisa lebih menarik jika diberi konflik sehingga kematian Marini bukan karena angin duduk, tapi oleh sebab lain.

2. Anak Mercusuar

Oleh: Mashdar Zainal
Peresensi: Badriah
(1) Kutipan kata atau kalimat yang menarik dalam cerpen tsb;
Ayahku sebuah mercusuar di dekat dermaga. Mercusuar tua bertubuh jangkung, berkemeja putih, dan bertopi coklat tahi karat.
Dan sebuah mercusuar harus menyepakati dua sumpah, yang pertama ia harus teguh berdiri di tempat yang ditentukan, dan kedua ia tak boleh memejamkan mata di waktu malam. Dan ayahku tak pernah menyalahi sumpah.
… ibu sudah berjanji tak hendak lagi menyebut nama-nama itu. Ibu hanya akan menyebutnya sebagai segeromlan hantu dalam kapal hantu. Sebab, sesampainya di tengah laut, orang-orang itu memang berubah menjadi hantu yang menyekap ibu.
Menangis. Hanya menangis sampai air matanya menjadi garam. Sampai ludahnya menjadi garam. Sampai rambutnya menjadi garam. Dan kulitnya bersisik-sisik penuh serbuk daki, benar-benar seperti ikan dilumuri garam.
Jadi begitulah! Kalau ada yang bertanya padaku, siapa ayahku, akan kujawab: ayahku adalah sebuah mercusuar di dekat dermaga. Ibuku yang menceritakan semuanya.

 (2) Paragraf kunci dalam cerita;
… ibu sudah berjanji tak hendak lagi menyebut nama-nama itu. Ibu hanya akan menyebutnya sebagai segeromlan hantu dalam kapal hantu. Sebab, sesampainya di tengah laut, orang-orang itu memang berubah menjadi hantu yang menyekap ibu.
Jadi begitulah! Kalau ada yang bertanya padaku, siapa ayahku, akan kujawab: ayahku adalah sebuah mercusuar di dekat dermaga. Ibuku yang menceritakan semuanya.

 (3) Yang hendak disampaikan pencerita (menurut saya sebagai peresensi)
Kemalangan perempuan yang menjadi permainan nafsu binatang para pria.
 (4) Pesan moral
Perempuan menanggung derita fisik dan mental akibat dari perlakukan hewani yang dilakukan lawan jenisnya. Mencarikan ayah untuk anak yang tidak diundang merupakan masalah lain yang muncul akibat harusnya seorang anak lahir dari perkumpulan dua orang yang sah secara hukum agama dan negara.
(5) Kritik untuk cerpen: penyajian certita sangat jelas, penggunaan kata ‘mercusuar adalah ayah’ semula dikira saya untuk metafora ayah, namun ternyata dalam arti sesungguhnya. Sedangkan kata ‘hantu’ banar-benar metafora untuk para pelaku kejahatan seks yang merusak kebahagiaan seorang perempuan.

Cerpen dapat dibaca di: 

 
https://lakonhidup.com/2017/06/04/ramadan-ini-marini-pulang/

No National Examination as Covid-19 Hit the Country

Teachers, administrators, and principals prepare all the students to be ready to join the national examination. This year is planned to be t...