Showing posts with label kreatif. Show all posts
Showing posts with label kreatif. Show all posts

30 April 2019

5 Cara Mendidik yang Ramah dengan Media Bangunan Sekolah

Sekolah sebagai sebuah lingkungan pendidikan merupakan lahan dimana warganya merupakan sekumpulan komunitas terdidik yang tidak berhenti belajar. Belajar  yang diharapkan terjadi pada institusi sekolah bukan sekadar pemenuhan definisi konvensional belajar yang secara sempit diartikan sebagai transfer ilmu dari guru kepada siswa. Belajar yang diharapkan terjadi adalah proses perubahan baik secara sikap, pengetahuan dan keterampilan sehingga lahir warga sekolah yang sekaligus warna negara yang terdidik atau manusia Indonesia yang utuh. 

Proses mendidik di lingkungan sekolah dapat dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung. Salah satu contoh proses mendidik langsung adalah pemberian pengalaman belajar yang diberikan di dalam kelas oleh guru sesuai dengan jenjang sekolahnya. Sedangkan yang tidak langsung diantaranya pembelajaran secara implisit dimana warga sekolah mendapatkan pengalaman belajar tanpa melalui tatap muka yang terjadwal. Lingkungan fisik sekolah dapat  berperan sebagai sumber belajar dalam arti alam takambang menjadi guru dan menjadi sumber inspirasi pembelajaran. Setiap bagian bangunan sekolah seperti dinding, tangga, jendela, lorong, bawah tangga dapat difungsikan sebagai sumber belajar tidak langsung.  Sebagai inspirasi diuraikan lima bagian dari bangunan fisik sekolah yang dapat digunakan untuk pendukung pembelajaran yang sifatnya tidak langsung. Kelima contoh ini diambil dari SMKN 1 Pacet Cianjur.  

Pertama, dinding sekolah.
Prosedur Perjalanan Wisata yang disajikan pada dinding sekolah
Dinding sekolah dapat menjadi sumber pembelajaran yang ramah. Warga sekolah juga siapapun melewati dinding tersebut dapat melihat rangkaian prosedur bagaimana usaha perjalanan wisata yang sedang dikembangkan di sekolah tersebut.
Dinding sebagai sebuah area pembelajaran memiliki fleksibilitas dari aspek konten. Untuk sekolah yang hendak mengenalkan sejarah sekolah dengan cara unik, atau mengenalkan prestasi sekolah dalam bentuk gambar yang disertai caption, dinding sekolah dapat menjadi area yang memadai untuk itu. 

Kedua, tangga.
Tulisan pada tangga sekolah untuk menanamkan bagaimana para siswa seharusnya bersikap 
Tangga dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan prinsip, motto, quote, peribahasa atau teks lainnya. Selain membuat pengguna tangga semakin berhati-hati pada saat menaiki tangga, pada saat yang sama dapat pula memperoleh informasi, pengetahuan, atau pelajaran baru yang berguna secara praktis. Tangga dapat pula digunakan untuk mengajarkan ketertiban. Misalnya dengan menggunakan panah, diarahkan agar siapapun yang menaiki atau menuruni tangga mengambil posisi pada sisi kiri. 

Ketiga, lorong sekolah

Tulisan pada banner yang dipasang pada lorong sekolah
Lorong sekolah dapat menjadi buku terbuka atau etalase tulisan yang memotivasi dan membangun kesadaran untuk menjadi individu yang lebih baik. Di beberapa sekolah di ditemukan pula ada yang menggunakan lorong untuk ke kamar kecil dihiasi dengan gambar yang menginspirasi terkait kebersihan dan kesehatan. Misalnya ada gambar tingkatan warna air urin yang ditujukan untuk memberitahu setiap warna urin menunjukkan tingkat kesehatan dan kecukupan asupan air minum. 




Keempat, Bawah tangga.

Bawah tangga menjadi tempat edukasi yang mudah diakses. Gambar, artefak, banner, pamplet dapat disimpan untuk mempercepat informasi yang sifatnya pengetahuan. Pada sebagian sekolah, bawah tangga digunakan untuk ruang baca jenis open acces. 

Kelima, Kaca jendela.


Mengenalkan peta dunia merupakan satu contoh kreatif pemanfaatan kaca jendela. Para siswa juga guru yang melewati kaca jendela tersebut mendapatkan informasi mengenai wilayah negara.

Bangunan sekolah keberadaannya selain sebagai tempat bertemunya pendidik, tenaga pendidik dan peserta didik, juga secara fisik, bangunan sekolah dapat dimanfaatkan untuk memperkaya pengetahuan. Pemanfaatan dinding, jendela, lorong, dan tangga sekolah secara kreatif menambah pula nilai estetis bagi bangunan tersebut. 



25 April 2019

Mengembangkan Kreativitas Tak Terbatas bagi Siswa SMA

Siswa SMA melukis pada canvas ukuran besar
Manusia terlahir kreatif. Terbukti, pada saat kecil setiap anak dengan tanpa diperintah mengambil alat tulis dan mulai mengekspresikan apa yang ada dalam benaknya ke dalam bentuk coretan sesuka hatinya. Anak-anak dengan sangat ekspresif menghiasi dinding rumahnya dengan 'karya'nya tanpa ada beban apakah akan disukai atau tidak oleh orang lain. Benar-benar ekspresi kreatif dalam bentuk seni untuk seni. 

Kreativitas kelak menjadi tumpul bahkan bisa saja hilang. Siapa pelaku yang tega mematikan kreatifitas? Tiada lain, perusak kreatifitas adalah orang dewasa. Orang dewasa melarang jangan corat-coret di dinding rumah karena kotor. Kalau menggambar, warna daunnya harus begini, harus begitu. Kalau membuat ini, harus begini, kalau membuat itu harus begitu. Kreatifitas ditumpulkan oleh keinginan dan kelaziman menurut sudut pandang orang dewasa. 

Siswa SMA, tiada lain adalah anak-anak yang penuh daya imajinasi yang tinggi. Mereka dapat mencoret-coret dinding dengan sesuka hati seperti pada saat mereka kecil. Tanpa ada rasa ragu, tanpa ada rasa khawatir. Guru, sebagai orang dewasa di sekolah sangat berjasa jika siswa SMA diizinkan berdaya dan berkarya kreatif tanpa dibumbui batasan karya harus seperti ini atau seperti itu. 

Banyak tempat dan waktu yang luas bagi siswa SMA untuk berkarya kreatif tanpa dibatasi. Salah satu kesempatan yang tersedia di sekolah adalah pada saat ada kegiatan yang menuntut produk kreatif mereka. Guru, sekali lagi sebagai orang dewasa, memberikan arahan tema sehingga para siswa bisa menentukan karya kreatif apa yang bisa menunjang dan membuat tema tersebut dituangkan kedalam bentuk karya seni (lukis, tari, musik) misalnya. 

Memberikan arahan sangat penting untuk pengembangan tema, arahan akan memberikan ruang bagi siswa SMA untuk berkarya kreatif tanpa merasa khawatir melanggar aturan harus ini atau harus itu. Kejelasan arahan dan tema membuat siswa tertantang untuk melakukan upaya terbaiknya sehingga keinginan orang dewasa bisa terpenuhi dan pada saat yang sama, kreatifitas siswa SMA tidak ditelikung. Kungkungan orang dewasa pada siswa SMA bisa muncul dalam bentuk 'banyak mengatur', yang baik adalah memberikan aturan yang jelas. Mengatur harus begini dan begitu menumpulkan ketajaman ide siswa.

Pada masa anak-anak masih kecil, para orang dewasa berkata agar menggantungkan cita-cita setinggi langit. Maka anak-anak ramai-ramai menggantungkan cita-cita yang mungkin tidak terjangkau orang tua. Seiring usia, para orang dewasa memaksa agar cita-cita dihapus dengan alasan tidak dapat diraih akibat kondisi ekonomi, misalnya. Maka matilah satu cita-cita.

Demikian pula halnya dengan kreativitas. Pada masa kanak-kanak, para orang dewasa mengizinkan anak-anak untuk melakukan hal-hal yang tidak masuk akal, seperti membuat garis lurus pada buku gambar, dan garis lurus itu diartikan "aku sedang jalan-jalan sama kakak". Seiring usia, kemudian orang dewasa tampil dengan logika dan kepatutan, kemudian mengkritik bahwa garis lurus polos tidak bisa diartikan jalan-jalan. Maka kemudian, matilah satu kreatifitas anak.

Siswa SMA tentulah bukan anak-anak balita yang akan mencorat-coret dinding sesuka hatinya. Namun secara alami, siswa SMA adalah anak-anak dengan kreatifitas tak terbatas. Memberi mereka lahan, ruang, dan waktu untuk menuangkan daya kreatifnya, akan membantunya berdaya kreasi dengan tanpa merasa tertekan.

Tidak terlambat untuk membangunkan kembali daya kreatif siswa SMA yang mungkin pernah dikubur karena mengalami kritikan atau tuntutan keharusan dari orang dewasa pada saat mereka berkarya. Memberi kesempatan pada siswa SMA untuk menggali kreatifitasnya tanpa diatur harus begini begitu sesuai keinginan orang dewasa, bisa menjadi alternatif bangunnya dan berkembangnya kembali daya kreatifitas siswa SMA. 





No National Examination as Covid-19 Hit the Country

Teachers, administrators, and principals prepare all the students to be ready to join the national examination. This year is planned to be t...