Showing posts with label Serti. Show all posts
Showing posts with label Serti. Show all posts

11 May 2019

Sertifikasi Menjadi Andalan Ramadhan

Sertifikasi adalah kata benda yang artinya penyertifikatan. Bagi guru PNS, sertifikasi semula bermakna pemerolehan sertifikat pendidik yang menunjukkan profesionalismenya sebagai pendidik atau penyertifikatan tenaga pendidik ASN yang diakui keprofesionalannya.

Kata sertifikasi kemudian mengalami perluasan makna. Kini, seolah ada kesepakatan tidak tertulis, sertifikasi adalah kata benda yang artinya uang. Menyesuaikan dengan arti baru 'sertifikasi' adalah uang, sebagian guru memendekkannya menjadi 'serti'. Bahkan sebagian lainnya menyebutnya dengan menunjukkan gender yakni 'Neng serti'. Menggunakan imbuhan 'Neng' yang dalam bahasa Sunda merupakan panggilan sayang untuk anak gadis, mengisyaratkan bahwa kehadirannya sangat dirindukan dan diharapkan. Pada tulisan ini, sertifikasi yang akan dibahas adalah sertifikasi dalam arti uang.

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang disikapi dengan pengeluaran yang lebih banyak dari bulan-bulan biasanya. Segala macam makanan dan minuman yang dipandang memuaskan rasa haus dan lapar disediakan pada saat berbuka dan sahur. Penyediaan inilah yang menyebabkan pengeluaran pada bulan Ramadhan lebih besar dari biasanya.

Guru PNS ataupun guru non PNS mengandalkan gaji, tunjangan profesi, dan uang tambahan lainnya (uang pemeriksaan soal, uang mengawas, uang menjadi panitia kegiatan, uang menjadi pembina dsb.) untuk menghadirkan Ramadhan yang istimewa. Uang yang diterima setiap bulan biasanya aman dan mampu menutupi seluruh kebutuhan harian, mingguan dan bulanan. Untuk Ramadhan, tidak. Pada Ramadhan masih kurang. Ada tambahan pengeluaran misalnya membeli baju baru, membeli kerudung baru, membeli tas baru, membeli sandal baru, bahkan mungkin membeli perkakas rumah yang baru agar suasana puasa dan lebaran terasa berbeda.

Khusus untuk guru PNS, mereka memiliki harapan berbeda tentang pemenuhan kebutuhan keuangan. Neng serti.

Sertifikasi biasanya diberikan setiap tiga bulan sekali bagi guru yang berada di lingkungan Kemdikbud, namun setiap bulan untuk guru yang berada di bawah Kemenag. Yang dibicarakan di sini adalah guru yang berada di lingkungan Kemdikbud. Namun pada Ramadhan ini agak terlambat. Seharusnya bulan Maret telah diterima. Namun ada kabar akan lambat diterima karena ada pemilihan presiden pada bulan April. Apakah keterkaitan antara pemilihan presiden dengan pengeluaran uang sertifikasi bagi guru di kalangan Kemdikbud, entahlah. Yang pasti, para guru sedikit gelisah dengan keterlambatan ini.

Pada grup WA mulai berseliweran pertanyaan apakah sertifikasi telah cair. Saling konfirmasi bahwa belum ada yang menerima sertifikasi, sedikit menenangkan dalam cemas. Mengapa menenangkan dalam cemas? Menenangkan karena artinya bukan dirinya saja yang belum menerima hak, tapi semua guru lainpun belum. Cemas, karena hari terus bertambah tua, keuangan semakin menipis, belum lagi bisa bernafas, anak yang kuliah meminta uang kosan, uang mingguan, anak yang masih SMA meminta dibelikan sepatu, anak yang masih SMP meminta dipesankan tripod online dari Amazone.

Menjawab semua kebutuhan, sertifikasi adalah jawabannya. Sertifikasi menjadi andalan pada bulan Ramadhan karena kehadirannya dipandang dapat menjawab semua kebutuhan pada bulan puasa yang silih berganti datang.

Yang menarik untuk dibahas adalah bagaimana kata benda sertifikasi bermakna penyertifikatan menjadi uang. Akibat perubahan makna ini maka yang dipikirkan para pemegang sertifikat bukan kinerja profesional sehingga layak diberikan penghargaan secara finansial. Perubahan makna ini pula yang mengakibatkan pemanfaatan dana sertifikasi tidak untuk meningkatkan profesionalismenya. Pada akhirnya penghargaan dari pemerintah untuk para pemegang sertifikat profesional ini berubah menjadi tumpuan pemasukan secara finansial semata yang dalam penggunaannya sama sekali tidak berbeda dengan dana lain. Padahal, dana sertifikasi adalah dana titipan yang tujuannya untuk peningkatan kinerja dan profesionalisme. Wallahu alam bishawab.





No National Examination as Covid-19 Hit the Country

Teachers, administrators, and principals prepare all the students to be ready to join the national examination. This year is planned to be t...