RPP Mengajar Bahasa Inggris SMA Materi Ajar PTK Best Practice Jurnal Soal Lieracy Reading Program
21 June 2019
Contoh Jurnal Pembelajaran
Kegiatan refleksi dengan tujuan untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran menjadi salah satu tangung jawab guru yang harus dilakukan secara terus menerus. Dengan cara seperti ini duharapkan guru meningkat kompetensinya. Kompetensi guru diatur pada PERATURAN
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2007
TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURU.
Mengacu pada Permendiknas Nomor 16 tahun 2007, terdapat 14 kompetensi inti guru. Pada tulisan ini akan dibahas hanya kompetensi inti nomor 10 saja. Kompetensi inti yang menuntut para guru untuk menjadi tenaga profesional yang selalu melakukan refleksi pembelajaran.
Secara rinti KOmpetensi Inti Guru nomor 10 adalah sebagai berikut.
10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.
10.1 Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
10. 2 Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu.
10.3 Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu.
Bagaimana cara melakukan refeksi terhadap pembelajaran (10.1)? Caranya sangat sederhana. Setiap kali guru selelsai mengajar, guru menuliskan apa yang diajarkannya, bagaimana kondisi kelas, bagaimana reaksi siswa, hal-hal apa yang tercapai, hal-hal apa yang perlu ditingkatkan. Refleksi dapat dilakukan bersama-sama dengan siswa, yaitu pada saat kegiatan penutup. Gunakan waktu sekitar 5 menit untuk melakukan refleksi secara tertulis.
Contoh refleksi pembelajaran dapat diunduh pada tautan ini
https://drive.google.com/drive/folders/1RQfkqSnpAx9Q2VKqLSjba14PeqjlaAHV?usp=sharing
19 June 2019
Instrumen Akreditasi SMA
Mengacu pada PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 52 TAHUN 2008
TENTANG KRITERIA DAN PERANGKAT AKREDITASI SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH maka dilakukan akreditasi pada setiap jenjang dan satuan pendidikan untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan.
Kriteria dan perangkat akreditasi sekolah menengah atas/madrasah aliyah meliputi Instrumen akreditasi, petunjuk teknis pengisian instrumen akreditasi, Instrumen pengumpulan data dan informasi pendukung akreditasi, serta teknik penskoran dan pemeringkatan hasil akreditasi. Sebagaimana diamanatkan pasal 87 Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) melaksanakan review dan revisi terhadap seluruh perangkat akreditasi, yang meliputi: Perangkat Akreditasi SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK dan SLB.
Review dan revisi dilaksanakan terhadap empat elemen, yaitu Instrumen Akreditasi; Petunjuk Teknis Pengisian Instrumen Akreditasi; Instrumen Pengumpulan Data dan Informasi Pendukung Akreditasi; dan Teknik Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi sebagai satu kesatuan. Namun, review dan revisi terhadap Teknik Penskoran dan Pemeringkatan Hasil Akreditasi hanya dilakukan untuk jenjang SMA/MA.
Instrumen Akreditasi SMA/MA disusun berdasarkan delapan komponen yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Instrumen Akreditasi ini terdiri dari 165 butir pernyataan tertutup yang terdiri dari lima opsi jawaban.
1 Standar Isi 1 : 18 butir
2 Standar Proses 9 butir
3 Standar Kompetensi Lulusan 25 butir
4 Standar Pendidik dan Tendik 20 butir
5 Standar Sarana dan Prasarana 30 butir
6 Standar Pengelolaan 20butir
7 Standar Pembiayaan 24 butir
8 Standar Penilaian 19 butir
Setiap butir instrumen dapat diunduh ditautan berikut ini
https://drive.google.com/file/d/1tMoby5s_l7_DBGvUknf6sNlt1Xoeqmn7/view?usp=sharing
18 June 2019
Cermati Video Pembelajaran untuk Mengenal Berbagai Metode Pembelajaran
Melaksanakan implementasi Kurikulum 2013, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan
Menengah memprogramkan kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi Guru dari
sekolah yang akan melaksanakan Kurikulum 2013. Mendukung kebijakan tersebut,
Direktorat Pembinaan SMA sesuai dengan tugas dan fungsinya melakukan fasilitasi
pembinaan implementasi Kurikulum 2013 melalui pengembangan naskah pendukung
implementasi Kurikulum 2013 berupa modul pelatihan, pedoman, panduan, dan modelmodel
yang telah dikembangkan pada tahun 2016 dan tahun 2017. Naskah-naskah antara lain :(1) Model-Model Pembelajaran; (2) Model Pengembangan RPP; (3) Model Peminatan dan Lintas Minat; (4) Panduan Supervisi Akademik; (5) Panduan Pengembangan Pembelajaran Aktif; (6) Pedoman Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester (SKS) Di SMA; (7) Panduan Pengembangan Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM); (8) Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah
Menengah Atas; (9) Modul Penyusunan Soal HigherOrder Thinking Skills (HOTS); dan
(10) Panduan Sukses E-Rapor SMA Versi 2017.
Pada tahun 2017/2018 Direktorat PSMA bekerja sama dengan Pustekom mengadakan pembuatan program video pembelajaran di SMA untuk memenuhi pendampingan nomor 1 di atas (model-model pembelajaran).
Video pembelajaran ditujukan untuk mencontohkan metode pembelajaran yang diterapkan di kelas. Terdapat contoh video pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran dari semua tingkatan kelas (X, Xi, dan XII). Semua video pembelajaran tersebut berada di Gerbang Kurikulum. Video pembelajaran secara lengkap dapat diakses melalui tautan berikut:
http://gerbangkurikulum.psma.kemdikbud.go.id/video-pembelajaran/
Setelah masuk ke laman Gerbang Kurikulum, klik Produk Kurikulum, pilih Video Pembelajaran. Jika hendak memilih mata pelajaran tertentu klik pilihan mata pelajaran, diikuti dengan klik pilihan kelas. Namun jika berniat melihat bagaimana model pembelajaran tersebut diimplementasikan pada semua mata pelajaran, hindari mengetik mata pelajaran. Dengan cara itu, semua pelajaran akan tampil. Pilihlah video yang ingin dikaji dengan cara mengklik tanda play pada video. Selamat menonton.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. RPP disusun dengan mengacu pada Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan kali pertemuan atau lebih.
Komponen RPP terdiri atas:
a. identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;
b. identitas mata pelajaran atau tema/subtema;
c. kelas/semester;
d. materi pokok;
e. alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
f. tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
g. kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi;
h. materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi;
i. metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai;
j. media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran;
k. sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar, atau sumber belajar lain yang relevan;
l. langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup; dan
m. penilaian hasil pembelajaran.
Contoh RPP untuk satu pertemuan dapat diunduh ditautan ini.
https://drive.google.com/file/d/1UbF6JVdYlLcvt0PUhLtM_jAcTEsgo8wL/view?usp=sharing
Publikasi Ilmiah Guru: Jurnal
Salah satu publikasi karya tulis ilmiah guru berdasarkan hasil penelitian adalah Jurnal. Publikasi jurnal dapat dibedakan berdasarkan pada jenis publikasinya sebagai berikut.
1) Diterbitkan/ dipublikasikan dalam bentuk buku ber-ISBN dan telah mendapat pengakuan BSNP.
2) Diterbitkan/ dipublikasikan dalam majalah ilmiah/jurnal ilmiah diedarkan secara nasional dan terakreditasi.
3) Diterbitkan/ dipublikasikan dalam majalah/jurnal ilmiah tingkat provinsi
4) Diterbitkan/ dipublikasikan dalam majalah/jurnal ilmiah tingkat kabupaten/kota.
5) Diseminarkan di sekolah/madrasahnya dan disimpan di perpustakaan.
Adapun kerangka penulisan jurnal adalah sebagai berikut:
Kerangka isi
Bila laporan hasil penelitian tersebut dimuat di buku atau jurnal, pada umumnya kerangka isi laporan mengikuti persyaratan yang berlaku dalam penulisan buku atau jurnal. Untuk laporan hasil penelitian yang disajikan dalam bentuk makalah, pada umumnya kerangka isi atau format laporan hasil penelitian terdiri dari bagian awal, bagian isi dan bagian penunjang.
Bagian Awal: Terdiri dari halaman judul; lembaran persetujuan; kata pengantar; daftar isi, daftar label, daftar gambar, dan lampiran; serta abstrak atau ringkasan.
Bagian Isi: Umumnya terdiri dari beberapa bab yakni:
a) Bab Pendahuluan yang menjelaskan tentang Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan, dan Kemanfaatan Hasil Penelitian;
b) Bab Kajian/Tinjauan Pustaka;
c) Bab Metode Penelitian;
d) Bab Hasil dan Diskusi Hasil Kajian, serta
e) Bab Kesimpulan dan Saran.
Bagian Penunjang Memuat daftar pustaka dan lampiran-lampiran (seperti instrumen yang digunakan, contoh hasil kerja siswa, contoh isian instrumen, foto-foto kegiatan, surat ijin penelitian, rencana pembelajaran, dan dokumen pelaksanaan penelitian lain yang menunjang keaslian penelitian tersebut).
Jurnal yang digunakan untuk dihitung angka kreditnya s menjadi bukti fisik dengan ketentuan sebagai berikut.
a) Buku asli atau fotokopi yang dengan jelas menunjukkan keterangan nama penerbit, tahun terbitan, serta nomor ISBN. Bila buku tersebut telah diedarkan secara nasional, harus disertakan pernyataan dari penerbit yang menerangkan bahwa buku tersebut telah beredar secara nasional. Bila buku tersebut telah lulus penilaian dari BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) Kementerian Pendidikan Nasional, maka harus ada keterangan yang jelas tentang persetujuan atau pengesahan dari BSNP tersebut, yang umumnya berupa tanda persetujuan/ pengesahan yang tercetak di sampul buku.
b) Majalah/jurnal ilmiah asli atau fotokopi yang menunjukkan adanya nomor ISSN, tanggal terbitan, susunan dewan redaksi dan editor (mitra bestari). Bila jurnal tersebut dinyatakan telah terakreditasi, harus disertai dengan keterangan akreditasi untuk tingkat nasional. Bila dinyatakan jurnal tersebut diterbitkan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota harus disertai keterangan yang jelas tentang tingkat penerbitan jurnal tersebut.
Bila satu artikel ilmiah yang sama (atau sangat mirip) dimuat di beberapa majalah/jurnal ilmiah, maka angka kredit untuk artikel tersebut hanya diberikan pada salah satu majalah/jurnal ilmiah dan dipilih angka kredit yang terbesar.
c) Makalah laporan hasil penelitian yang dilengkapi dengan berita acara yang membuktikan bahwa hasil penelitian tersebut telah diseminarkan di sekolah/madrasahnya.
Contoh jurnal dapat diunduh di sini
https://drive.google.com/file/d/1uhEtZX9WpmmTq8zPcLItMHh1GOXGvxDA/view?usp=sharing
Laporan Pengembangan Diri Mengikuti Kegiatan Kolektif Guru
Kegiatan pengembangan diri pada kegiatan PKB adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk meningkatkan kompetensi dan keprofesiannya. Kegiatan tersebut dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional dan/atau melalui kegiatan kolektif guru. Secara rinci penjelasan mengenai kegiatan kolektif guru dijelaskan di bawah ini. Penjelasan mengikuti diklat fungsional dapat di baca pada tautan berikut:
https://badriahyankie.blogspot.com/2019/06/laporan-pengembangan-diri-mengikuti.html
Kegiatan kolektif guru adalah kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah atau mengikuti kegiatan bersama yang dilakukan guru yang bertujuan untuk meningkatkan keprofesian guru yang bersangkutan. Macam kegiatan tersebut dapat berupa:
a) Mengikuti lokakarya atau kegiatan kelompok/ musyawarah kerja guru atau inhouse training untuk penyusunan perangkat kurikulum dan/atau kegiatan pembelajaran termasuk pembelajaran berbasis TIK, penilaian, pengembangan media pembelajaran, dan/atau kegiatan lainnya untuk kegiatan pengembangan keprofesian guru.
b) Mengikuti, baik sebagai pembahas maupun sebagai peserta, pada seminar, koloqium, diskusi panel, atau bentuk pertemuan ilmiah lainnya.
c) Mengikuti kegiatan kolektif lain yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru terkait dengan pengembangan keprofesiannya.
Guru dapat mengikuti kegiatan kolektif guru atas dasar penugasan baik oleh kepala sekolah/madrasah atau institusi yang lain, maupun atas kehendak sendiri guru bersangkutan. Untuk keperluan pemberian angka kredit, bukti fisik yang harus disertakan adalah sebagai berikut.
a) Fotokopi surat tugas dari kepala sekolah/madrasah atau instansi lain yang terkait, yang telah disahkan oleh kepala sekolah/madrasah. Bila penugasan bukan dari kepala sekolah/madrasah (misalnya dari institusi lain atau kehendak sendiri), harus disertai dengan surat persetujuan mengikuti kegiatan dari kepala sekolah/ madrasah.
b) Laporan untuk setiap kegiatan yang diikuti yang dibuat oleh guru yang bersangkutan, diketik dan dijilid serta disajikan dengan kerangka isi sebagai berikut.
Bagian Awal:
Memuat judul kegiatan yang diikuti, keterangan tentang kapan waktu pelaksanaan, dimana kegiatan dilaksanakan dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan, lama waktu pelaksanaan kegiatan, surat penugasan, surat persetujuan dari kepala sekolah/madrasah, serta fotokopi sertifikat atau keterangan dari pelaksana kegiatan (jika ada). Kegiatan yang pelaksanaannya di kelompok/ musyawarah guru (KKG, MGMP, KKKS, MKKS), sertifikat diberikan satu kali dalam satu tahun sesuai dengan tahun ajaran di akhir pelaksanaan pertemuan kegiatan rutin kelompok/ musyawarah kerja guru.
Sertifikat sebagai bukti keikutsertaan kegiatan di kelompok/musyawarah guru ini ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atas usulan Ketua Kelompok/ Musyawarah Kerja. Bagian Bagian Isi:
a) tujuan kegiatan yang dilakukan;
b) penjelasan isi kegiatan;
c) tindak lanjut yang akan atau telah dilaksanakan oleh guru peserta kegiatan tersebut; dan
d) penutup.
Bagian Akhir
Lampiran, yang terdiri dari:
a) makalah (materi) yang disajikan dalam kegiatan pertemuan, bahan bila yang bersangkutan sebagai peserta maupun pembahas;
b) matriks ringkasan pelaksanaan kegiatan kolektif yang disajikan sebagaimana format berikut:
Nama Kegiatan, Peran Guru (Sebagai Peserta/ Pemalakah/Pembahas, Institusi Penyelanggara, Tempat Kegiatan, Waktu Kegiatan, Nama-Nama Fasilitator /Pemakalah/Pembahas, Dampak*)
Laporan Pengembangan Diri Mengikuti Diklat Fungsional
Laporan Pengembangan Diri Mengikuti Diklat Fungsional
Berdasarkan Permennegpan dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 yang dimaksud dengan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) adalah pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya. Macam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang dapat dilakukan oleh guru mencakup dua kegiatan, yakni:
1) mengikuti diklat fungsional
2) melaksanakan kegiatan kolektif guru
Adapun tujuan dari kegiatan pengembangan diri pada kegiatan PKB adalah untuk meningkatkan kompetensi dan keprofesiannya. Kegiatan tersebut dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional dan/atau melalui kegiatan kolektif guru. Secara rinci kegiatan mengikuti diklat fungsional dijelaskan dibawah ini. Adapun penjelasan mengenai melaksanakan kegiatan kolektif guru dijelaskan pada link berikut ini.
https://badriahyankie.blogspot.com/2019/06/laporan-pengembangan-diri-mengikuti_18.html
Mengikuti Diklat Fungsional
Diklat fungsional bagi guru adalah kegiatan guru dalam mengikuti pendidikan atau latihan yang bertujuan untuk meningkatkan keprofesian guru yang bersangkutan dalam kurun waktu tertentu. Macam kegiatan dapat berupa kursus, pelatihan, penataran, maupun berbagai bentuk diklat yang lain. Guru dapat mengikuti kegiatan diklat fungsional, atas dasar penugasan baik oleh kepala sekolah/madrasah atau institusi yang lain, maupun atas kehendak sendiri dari guru yang bersangkutan. Untuk keperluan pemberian angka kredit, bukti fisik yang harus disertakan adalah sebagai berikut.
a. Fotokopi surat tugas dari kepala sekolah/madrasah atau instansi lain yang terkait, yang telah disahkan oleh kepala sekolah/madrasah. Bila penugasan bukan dari kepala sekolah/madrasah (misalnya dari institusi lain atau kehendak sendiri), harus disertai dengan surat persetujuan mengikuti diklat fungsional dari kepala sekolah/madrasah.
b. Fotokopi sertifikat diklat yang disahkan oleh kepala sekolah/madrasah.
c. Laporan hasil pelatihan yang dibuat oleh guru yang bersangkutan, diketik dan dijilid serta disajikan dengan kerangka isi sebagai berikut.
Bagian Awal:
Memuat judul diklat yang diikuti, keterangan tentang kapan waktu pelaksanaan diklat, di mana kegiatan diklat diselenggarakan, tujuan dari penyelenggaraan diklat, lama waktu pelaksanaan diklat, surat penugasan, penyelenggara/pelaksana diklat, surat persetujuan dari kepala sekolah/madrasah, serta fotokopi sertifikat atau keterangan dari pelaksana diklat.
Bagian Isi:
1) Uraian rinci dari tujuan diklat/pengembangan diri yang dilakukan.
2) Penjelasan isi materi yang disajikan dalam diklat/pengembangan diri serta uraian kesesuaian dengan peningkatan keprofesian guru yang bersangkutan.
3) Tindak lanjut yang akan atau telah dilaksanakan oleh guru peserta diklat/pengembangan diri berdasarkan hasil dari mengikuti diklat tersebut.
4) Dampak terhadap peningkatan kompetensi guru dalam peningkatan mutu KBM dan siswanya.
5) Penutup
Bagian Akhir
Lampiran, berupa matrik ringkasan pelaksanaan diklat yang disajikan sebagaimana format matrik yang memuat: Nama Diklat, Tempat Kegiatan, Jumlah Jam Kegiatan Diklat, Nama-Nama Fasilitator, Mata Diklat/Kompetensi, Nama Penyelenggara Kegiatan, Dampak.
Format Pengembangan diri yang bisa digunakan setiap kali mgnikuti kegiatan pengembangan diri dapat diunduh di
https://drive.google.com/file/d/1TpM6ioA5Fqx3hWGIQWOPR77ypVCpaFcD/view?usp=sharing
Contoh Laporan Pengembangan Diri mengikuti Diklat Fungsional dapat diunduh ditautan berikut ini.
https://drive.google.com/file/d/1unXe95ZZnwq3TMwrVIfFt0TrQ50BqD0z/view?usp=sharing
17 June 2019
Dari Analisis Minggu Efektif menjadi Program Tahunan dan Program Semester
Kalender Pendidikan diuraikan menjadi aktivitas yang riil sesuai minggu efketif. Penghitungan minggu efektif dilakukan pada setiap semester. Sehingga diketahui berapa jam efekttif yang tersedia pada setiap semesternya. Hal yang diperhatikan adalah penghitungan minggu efektif pada satuan pendidikan jumlahnya sama walaupun mata pelajarannya berbeda.
Sebagai contoh, semester 1 jumlah minggu efektifnya adalah 20 minggu. Hal ini berlaku untuk semua mata pelajaran. Menjadi tidak logis jika berbeda jumlah minggu efektifnya misalnya Bahasa Indonesia 20 minggu, sedangkan Fisika 24 minggu efektif. Perbedaan 4 minggu ini mengakibatkan kelak Bahasa Indonesia, siswanya tidak belajar selamat satu bulan sedangkan untuk Fisika, siswanya menambah belajarnya selama 1 bulan.
Penetapan minggu efektif sebaiknya dilakukan bersama-sama sehingga satu sekolah sama jumlah minggu efektifnya. Yang berbeda bagi setiap mata pelajaran adalah jumlah jam efektifnya.
Contoh penghitungan minggu efektif menjadi Program Tahunan dan Program Semester tahun 2018/2019 dapat dilihat pada tautan ini:
https://drive.google.com/open?id=1vnBseCU6e8wuCRu5Kl71XUDyMfk11xcd
Kalender Pendidikan Tahun 2019-2020
Kalender pendidikan merupakan pengaturan waktu untuk
kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup
permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan
hari libur.
Permulaan tahun ajaran adalah waktu dimulainya kegiatan
pembelajaran pada awal tahun ajaran pada setiap satuan pendidikan.
Pengaturan Minggu Efektif
1) Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan
pembelajaran untuk setiap tahun ajaran pada setiap satuan pendidikan,
2) Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran
setiap minggu yang meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata
pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan lain yang
dianggap penting oleh satuan pendidikan, yang pengaturannya disesuaikan dengan
keadaan dan kondisi daerah.
Alokasi Waktu Minggu Efektif Belajar, Waktu Libur, Dan Kegiatan lainnya
Minggu efektif
belajar reguler setiap tahun
(Kelas I-V,
VII-VIII, X-XI) minimal 36 minggu
Minggu efektif
semester ganjil tahun terakhir setiap satuan pendidikan (Kelas VI, IX, dan XII) minimal 18 minggu
Minggu efektif
semester genap tahun terakhir setiap satuan pendidikan (Kelas VI, IX, dan XII) minimal 14 minggu
Kalender Pendidikan Jawa Barat 2019-2020
https://drive.google.com/open?id=1qmzAXEgSowljbBsNlaJrVd_PmfWZk6_D
Kompetensi Dasar Kurikulum 2013
Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013 semula mengacu pada Permendikbud Nomor 24 tahun 2016 dimana setiap mata pelajaran mulai dari SD, SMP dan SMA menggunakan KD sesuai dengan nomor yang disediakan masing-masing secara terpisah pada lampiran. Sebagai contoh Lampiran 1 Bahasa Indonesia untuk SD, Lampiran 2 Bahasa Indonesia untuk SMP, dan Lampiran 3 Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/MAK. Terdapat 59 Lampiran KD yang digunakan sebagai acuan yang diamanatkan Permendikbud Nomor 24 tahun 2016.
Kini, KD Kurikulum 2013 tidak lagi mengacu pada Permendikbud nomor 24 tahun 2016, namun kepada Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang
PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
NOMOR 24 TAHUN 2016 TENTANG KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI
DASAR PELAJARAN PADA KURIKULUM 2013 PADA PENDIDIKAN DASAR
DAN
PENDIDIKAN MENENGAH.
Permendikbud nomor 37 Tahun 2018 memuat seluruh KD mulai dari SD, SMP sampai SMA/MA/MAK. Perubahan ini didasarkan pada bahwa untuk memenuhi kebutuhan dasar peserta didik dalam mengembangkan kemampuannya pada era digital, perlu menambahkan dan mengintegrasikan muatan informatika pada kompetensi dasar dalam kerangka dasar dan struktur kurikulum 2013 pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Pada Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018, KD merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri itu sendiri, atau dengan kata lain tidak ada lampiran. Permendibuk Nomor 37 tahun 2018 terdiri dari 534 halaman yang memuat seluru KD untuk pendidikan dasar dan menengah.
Permendikbud Nomor 37 tidak menyediakan KD untuk Mulok Bahasa Daerah. Mulok Bahasa Daerah KDnya dibuat mengacu pada Pergub. Sebagai contoh untuk Mulok Bahasa Daerah di Jawa Barat yaitu Bahasa Sunda mengacu pada Pergub Nomor 69 tahun 2013 tentang pembelajaran mulok dan bahasa daerah.
Penjelasan rinci produk hukum ini dapat dipelajari melalui tautan berikut:
Penjelasan rinci produk hukum ini dapat dipelajari melalui tautan berikut:
Sedangan untuk Kompetensi Dasar yang digunakan pada pendidikan dasar dan menengah dapat diunduh pada tautan berikut:
13 June 2019
Buku Pedoman Guru
Menulis untuk menunjukkan profesionalisme menjadi bagian dari bukti fisik kinerja yang harus dilakukan oleh guru. Bukti fisik berupa artefak tulisan dapat digunakan, salah satunya, adalah untuk kenaikan pangkat.
Terdapat beberapa jenis tulisan ilmiah dan populer yang dapat dibuat oleh guru yang memiliki poin untuk kenaikan pangkat. Yang paling tidak populer adalah menulis Buku Pedoman Guru (BPG). BPG adalah karya tulis yang dibuat oleh guru secara individu terkait rencana kerjanya selama satu tahun ajaran. Pada BPG yang dituliskan mencakup dua hal besar. Pertama, rencana kerja pengembangan pembelajaran bagi peserta didik pada tahun ajaran tersebut, dan kedua adalah rencana pengembangan profesi guru (PKB).
BPG atau buku rencana kerja tahunan guru memberikan paling tidak, dua manfaat besar. Pertama, memberikan manfaat secara langsung kepada guru yakni menjadi acuan pengembangan pembelajaran bagi peserta didik yang menjadi tanggung jawabnya, dan menjadi acuan rencana pengembangan profesi guru (PKB) yang dilaksanakan pada tahun ajaran yang akan dilaksanakan. Manfaat kedua, bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah, buku pedoman guru ini dapat dijadikan alat konfirmasi ketika evaluasi kinerja guru dilaksanakan pada tahun ajaran yang akan dilaksanakan.
Penulisan BPG disajikan dalam bentuk makalah, diketik dan dibendel, dengan kerangka isi sebagai berikut.
Bagian Awal
Terdiri dari halaman judul yang menerangkan identitas guru dan tahun kerja dari rencana kerja guru tersebut, lembaran persetujuan dari kepala sekolah/ madrasah; kata pengantar; dan daftar isi.
Bagian Isi Umumnya terdiri dari beberapa bab yakni:
(1) Pendahuluan, yang menjelaskan tentang tujuan pembuatan Rencana Kerja Tahunan Guru tersebut, menjelaskan ringkasan target-target capaian yang diharapkan dicapai.
(2) Rincian rencana kerja, yang disajikan dalam satuan waktu bulanan untuk selama setahun. Rencana kerja tersebut berupa rencana guru yang bersangkutan dalam meningkatkan kompetensinya sebagai guru, yakni kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional.
(3) Penutup, yang menjelaskan ringkasan rencana kegiatan dan rencana target yang ingin dicapai.
Bagian Penunjang Memuat lampiran yang menunjang rencana kerja tahunan tersebut, misalnya RPP, skenario kegiatan, dan lain-lain.
BPG ketika digunakan sebagai bukti fisik untuk memperoleh angka kredit, pengajuannya dilengkapi dengan pernyataan keaslian dari kepala sekolah/madrasah yang disertai tanda tangan kepala sekolah/madrasah dan cap sekolah/madrasah bersangkutan.
BPG memiliki nilai angka kredit sebanyak 1,5 dan hanya diperkenankan mengajukan satu saja. Walaupun masa penghitungan angka kredit selama 4 tahun misalnya, BPG hanya satu yang bisa diajukan.
Untuk mengunduh contoh Buku Pedoman Guru, silakan klik tautan berikut:
https://drive.google.com/file/d/1YJiyMoND0giEn-gOXjsBc3mMG1CFRHLc/view?usp=sharing
09 June 2019
Story slam sebagai khazanah baru berliterasi
Naratif adalah bagian dari materi ajar yang diberikan sejak TK sampai universitas. Untuk SMA, naratif yang diberikan jenisnya adalah cerita pendek. Sedangkan di SMP, naratif yang diberikan adalah fairy tales, atau dongeng. Tentu ada perbedaan yang jelas antara cerita pendek dengan dongeng. Dongeng semuanya bohong, itu kasarnya. Pada dongen hal-hal yang tidak mungkin bisa terjadi. Misalnya, pada saat haus, tiba-tiba, tring … ada peri membawa sebotol air dingin rasa melon yang bisa menghapus haus seratus tahun. Kok seratus tahun? Ya, itulah ciri dongeng: tidak masuk akal.
Cerita pendek berbeda dari dongeng. Cerita pendek mengadung unsur logis, pesan moral terasa kental. Misalnya cerita pendek Kebun binatang di dasar laut, karya Lamia Putri Damayanti, penerima anugerah sastra A.A. Navis 2016, menyampaikan satir kehidupan dimana ada anak-anak yang harus jadi pekerja dan diperas tenaganya, dijauhkan dari orangtuanya, sampai mereka meninggalpun tidak ada penguburan untuknya.
Membahas dongeng dan cerita pendek sangatlah seru. Namun terkait dunia membaca ini muncul satu istilah baru yaitu story slam. Apa itu story slam?
Story slam muncul pertama kali tahun 2001 karena terkait dengan riuhnya menghidupkan literasi di Amerika. Kegiatannya adalah para storyteller dminata mengisahkan sebuah cerita secara lisan dalam waktu yang ditetapkan, umpamanya saja dalam 5 menit tanpa melihat catatan.
Kini, story slam masuk ke kelas. Apakah bentuknya dalam bentuk lomba? Tidak. Story slam yang dilakukan di sekolah dan dijadikan bagian dari pengalaman belajar berupa kegiatan yang diawali kegiatan menulis cerita terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan kegiatan membacakan cerita selama 5 menit. Untuk membuat cerita terdengar menarik, si pembuat cerita harus berlatih terlebih dahulu. Jika asal membaca, cara ini kurang menarik perhatian pendengar.
Membuat story slam tentu membutuhkan perencanaan yang matang. Guru bahasa paling tidak memberikan pemodelan menulis cerita terlebih dahulu. Model cerita mana yang akan dimodelkan, sangat banyak pilihannya, diantaranya: dongeng fantasi, legenda, fabel, epos, cerita pendek. Setelah siswa membuat cerita, baru story slam bisa dilakukan. Beri waktu bagi siswa untuk berlatih membacakan ceritanya sebelum dipresentasikan di kelas.
Story slam telah masuk di kelas-kelas mulai tingkat SMP di Amerika. Mudah-mudahan masuk pula ke kelas-kelas di Indonesia sehingga pelajaran Bahasa (daerah, nasional, asing) menjadi lebih menarik, menantang, sekaligus menyenangkan. Semoga.
07 June 2019
Resensi Cerpen: Anak Mersusuar
1: Hari ini Marini Pulang
Oleh: Mashdar
Zainal
Peresensi:
Badriah
(1) Kutipan
kata atau kalimat yang menarik dalam cerpen tsb;
JENAZAH Marini
tiba di rumah duka pada hari pertama puasa. Tiga jam menjelang waktu berbuka.
Ramadan ini
Marini pulang, Mak! Itu yang dikatakan Marini sebulan silam di telepon. Dan
kini, Marini benar-benar pulang. Menepati janjinya. Pulang dengan cara lain.
***
“Sekarang juga
tetap jadi ladang kok, ladang amal buat Emak. Percayalah! Bahkan sepetak tanah
yang menjadi tempat sampah pun akan bisa bicara pada Tuhan kelak.”
Pada saat
itulah emak melihat Marini mengerjapkan mata dan bangkit dari rebahnya seperti
orang yang habis bangun tidur.
(2) Paragraf kunci dalam cerita;
Saat pergi ke
stasiun itulah, selepas mandi, tiba-tiba Marini merasa tubuhnya sangat dingin.
Kepalanya juga sedikit pening. Ia membaringkan tubuhnya sebentar, dan tak
bangun lagi. Teman-teman satu rumah kontrakan membawa Marini ke rumah sakit,
dan Marini tak terselamatkan. Dokter menduga Marini terkena angin duduk.
(3) Yang hendak disampaikan pencerita (menurut
saya sebagai peresensi)
Umur tidak ada
yang tahu, ajal bisa menjemput siapa saja tanpa pandang umur dan waktu
(4) Pesan moral
Belajar
melaksanakan kegiatan dengan skala prioritas dan terencana agar terhindar dari
hal-hal yang tidak diinginkan.
(5) Kritik
untuk cerpen: sajian terasa sangat ringan didukung dengan gaya penyampaian yang
apik sehingga memudahkan mencerna apa yang sedang disajikan. Bisa lebih menarik
jika diberi konflik sehingga kematian Marini bukan karena angin duduk, tapi
oleh sebab lain.
2. Anak Mercusuar
Oleh: Mashdar
Zainal
Peresensi:
Badriah
(1) Kutipan
kata atau kalimat yang menarik dalam cerpen tsb;
Ayahku sebuah
mercusuar di dekat dermaga. Mercusuar tua bertubuh jangkung, berkemeja putih,
dan bertopi coklat tahi karat.
Dan sebuah
mercusuar harus menyepakati dua sumpah, yang pertama ia harus teguh berdiri di
tempat yang ditentukan, dan kedua ia tak boleh memejamkan mata di waktu malam.
Dan ayahku tak pernah menyalahi sumpah.
… ibu sudah
berjanji tak hendak lagi menyebut nama-nama itu. Ibu hanya akan menyebutnya
sebagai segeromlan hantu dalam kapal hantu. Sebab, sesampainya di tengah laut,
orang-orang itu memang berubah menjadi hantu yang menyekap ibu.
Menangis. Hanya
menangis sampai air matanya menjadi garam. Sampai ludahnya menjadi garam.
Sampai rambutnya menjadi garam. Dan kulitnya bersisik-sisik penuh serbuk daki,
benar-benar seperti ikan dilumuri garam.
Jadi begitulah!
Kalau ada yang bertanya padaku, siapa ayahku, akan kujawab: ayahku adalah
sebuah mercusuar di dekat dermaga. Ibuku yang menceritakan semuanya.
(2) Paragraf kunci dalam cerita;
… ibu sudah
berjanji tak hendak lagi menyebut nama-nama itu. Ibu hanya akan menyebutnya
sebagai segeromlan hantu dalam kapal hantu. Sebab, sesampainya di tengah laut,
orang-orang itu memang berubah menjadi hantu yang menyekap ibu.
Jadi begitulah!
Kalau ada yang bertanya padaku, siapa ayahku, akan kujawab: ayahku adalah
sebuah mercusuar di dekat dermaga. Ibuku yang menceritakan semuanya.
(3) Yang hendak disampaikan pencerita (menurut
saya sebagai peresensi)
Kemalangan
perempuan yang menjadi permainan nafsu binatang para pria.
(4) Pesan moral
Perempuan
menanggung derita fisik dan mental akibat dari perlakukan hewani yang dilakukan
lawan jenisnya. Mencarikan ayah untuk anak yang tidak diundang merupakan
masalah lain yang muncul akibat harusnya seorang anak lahir dari perkumpulan
dua orang yang sah secara hukum agama dan negara.
(5) Kritik
untuk cerpen: penyajian certita sangat jelas, penggunaan kata ‘mercusuar adalah
ayah’ semula dikira saya untuk metafora ayah, namun ternyata dalam arti
sesungguhnya. Sedangkan kata ‘hantu’ banar-benar metafora untuk para pelaku
kejahatan seks yang merusak kebahagiaan seorang perempuan.
Cerpen dapat dibaca di:
05 June 2019
Resensi Cerpen: Mawar Hitam
1: Mawar Hitam
Oleh: Chandra Malik
Peresensi: Badriah
(1) Kutipan kata atau kalimat yang menarik dalam cerpen tsb;
ENGKAU adalah kata yang hendak diucapkan pensil yang, meski telah kuruncingkan, ternyata tak segera berani memilih aksara pertama. Namamulah yang pada mulanya akan kutulis, namun kita belum saling mengenal.
Aku memang tak terlalu suka pemanis untuk hal-hal yang memang dikodratkan pahit.
anganmu mengusirku. Senyum sengit kali ini tak lagi sama dengan keceriaan yang tertangkap mataku ketika kau melintas laksana angin sepoi di musim gersang. Aku melenggang dan terlalu malu menjemput kertas bergambar kemolekanmu yang terdampar di antara kaki-kaki kursi.
(2) Paragraf kunci dalam cerita;
”Ya. Kheylia, pacar saya, pemilik kafe ini. Kheylia pamit mendaki gunung lagi. Dia sangat ingin membawa edelweiss Mahameru untuk dipajang di ruang kerjanya: dapur kue. Cinta kami tumbuh di dapur kafe ini. Tapi, Khey ternyata tak pernah kembali. Ia terakhir mengirim pesan bahwa ia bermalam di Kalimati.”
”Kapan itu?”
”Tiga tahun lalu. Saya memesan mawar hitam untuk mengenang seribu hari kepergiaannya.“
(3) Yang hendak disampaikan pencerita (menurut saya sebagai peresensi)
Mengabarkan jika masih ada urusan dunia yang belum selesai, orang mati bisa menjelma dan berusaha memberikan pesan.
(4) Pesan moral
Logika tidak bisa dipakai untuk menjelaskan hal-hal di luar keumuman
(5) Kritik untuk cerpen: Penggunaan kata ‘tiga blok” sedikit janggal. Setting Indonesia, untuk jarak biasanya menggunakan meter, kilometer. Apakah cerita ini sadiuran sehingga menggunakan kata ‘blok?’ dan didukung oleh kesan tersirat ada kisah cinta sesama jenis: Sara Larasati mencintai Kheylia, yang sama-sama perempuan.
2: Kasidah
Oleh: Chandra Malik
Peresensi: Badriah
(1) Kutipan kata atau kalimat yang menarik dalam cerpen tsb;
BIBIRMU memberiku ciuman paling rumit dari sekian banyak pengalaman berkecupan. Dari mula, aku sudah curiga desismu melebihi angin lalu. Sekali pagutan denganmu, puisi yang telah kuracik dari bumbu perjalanan terbaik ini seketika enyah dari ingatan dan hanya kau yang tak bisa kulupa. Ah, aku jadi tahu mengapa Calzoem menenggak bir setiap senja.
Jadilah keesokan harinya aku hanya menganyam siang dengan benang-benang asap yang lepas-lepas melulu diembus angin. Terik dan daunan ternyata tidak akrab. Berteduh di bawah pepohonan ini percuma belaka. Sudah tak boleh masuk kelasmu, aku masih harus pula menanggung risiko menaruh sebotol bir di kantin depan setiap malam. Untukmu.
ak mau aku menjadi Ismail dan Djoko. Mereka cuma pandai merajut kata namun gagal menjahit makna. Tak lebih dari rasa geli, atau senyum-senyum sendiri belaka yang aku peroleh setiap membaca mereka. Tidak ada daya yang mengubah pikiran. Siapa yang butuh nyinyir lebih dari sekali dalam sehari?
(2) Paragraf kunci dalam cerita;
Brordus memang menjatuhkan talak tiga padamu. Perkawinan kalian hanya fatamorgana. Kau masih menyimpan dendam malam stanza yang gagal, dan tak bisa memaafkan Brordus.
Kau mau dipersunting hanya demi mengambil kembali sihir yang dicuri Brordus malam itu di lorong. Tapi pelaminan kalian toh meneteskan noktah kelahiran Rahel. Sudah berpisah pun sebagai suami dan istri, kalian masih mengasuh Rahel dengan rima dan irama.
(3) Yang hendak disampaikan pencerita (menurut saya sebagai peresensi)
Seorang lelaki mencari perempuan yang dianggapnya sebagai sumber inspirasi bagi karya-karyanya
(4) Pesan moral
Dalam dunia penulis, jatuh cinta kepada istri teman sesama penulis bisa menjadi sumber dan inspirasi bagi karya-karyanya
(5) Kritik untuk cerpen: tulisan indah, namun tidak mudah dicerna
https://lakonhidup.com/2014/03/30/mawar-hitam/
04 June 2019
Resensi: Kue itu memakan ayahku
![]() |
| Kue Itu Memakan Ayahku ilustrasi Amrizal Salayan/Kompas |
1: Kue itu memakan ayahku
https://lakonhidup.com/2018/03/04/kue-itu-memakan-ayahku/
Oleh: Guntur Alam
Peresensi: Badriah
(1) Kutipan kata atau kalimat yang menarik dalam cerpen tsb;
Pelan-pelan, aku akan mati karena dimakan sebuah kue.” Itu ayah ucapkan padaku tepat satu minggu setelah ia diangkat menjadi juru potong kue di kantornya.
“Mula-mula, kue itu memakan otak ayah. Kemudian mata, lidah dan mulut.” Ucapan itu ayah utarakan saat kami duduk berdua di teras belakang,..
“Apa kau tahu kalau ibu dan ayah berkencan pertama kali di kafe yang terkenal dengan kuenya?”
Mula-mula, aku dan ibu menduga, ayah hanya bosan. Dia sedang tak ingin makan kue. Namun dugaan kami itu sirna. Ayah bukan hanya tak ingin makan kue lagi, tapi dia terlihat takut melihat kue.
Namun kesunyian telah menerangkan kepadaku dengan sangat benderang; ayahku telah berubah.
“Bisa,” desisnya. “Bahkan kue yang ayah potong-potong di kantor itu telah membunuh banyak orang.”
(2) Paragraf kunci dalam cerita;
Ibu membahas cerita heboh itu saat makan malam. Mulanya ayah tak bereaksi apa pun, dia makan seperti biasa. Tapi ketika ibu menyebutkan kata-kata, “kok bisa ya, padahal baru dibangun setengah tahun lalu.” Tiba-tiba saja ayah menggebrak meja makan, isi mangkuk kuah terciprat, membasahi taplak meja. Aku kaget, pun ibu.
“Kenapa dengan sekolah itu?” aku tak tahu hubungannya dengan kue yang dipotong-potong ayah di kantornya. Apa hubungan kue dan atap sekolah yang ambruk?
“Itu karena kue yang ayah potong-potong.”
Di lantai, aku melihat ayah tergeletak kaku. Diam. Mulutnya berbusa. Di tangan kanannya masih ada sepotong kue brownies buatan ibu. Di ujung kakinya, aku melihat botol pembasmi nyamuk.
(3) Yang hendak disampaikan pencerita (menurut saya sebagai peresensi)
Tekanan yang dialami seorang pegawai yang harus menuruti keinginan atasannya. Salah satu yang harus ditanggungnya adalah membagikan jatah pekerjaan, uang, peluang, atau hal lain yang mempengaruhi hajat orang banyak, oleh penulis disebut kue. Misalnya kue untuk memperbaiki sekolah, kuenya ternyata disalahgunakan, dan ini mengecewakan di pegawai tadi.
(4) Pesan moral
Jabatan mengandung konsekwensi dan resiko. Sekecil apapun tingkatnya. Apalagi jabatan yang tinggi yang bisa membagikan jatah-jatah pada orang lain.
(5) Kritik untuk cerpen: aku dalam cerpen ini digambarkan sebagai anak SD. Agak janggal jika anak-anak memikirkan apa itu ‘istri ketiga’ dan berharap ibunya tidak mendengar istilah itu. Terlalu kecil bagi anak SD untuk menafsirkan secara dalam kalimat “Itu istri ketiganya,” bisik ayah. Dan aku hanya melongo mendengarnya. Kuharap, ibu tak pernah mendengar ucapan itu.
2: Dongeng Nostradamus
https://lakonhidup.com/2012/01/31/dongeng-nostradamus/
Oleh: Guntur Alam
Peresensi: Badriah
(1) Kutipan kata atau kalimat yang menarik dalam cerpen tsb;
Di kepala surat itu tertulis kalimat seperti ini. St. Remy, Jelang Musim Semi, 1533. Ah, orang gila mana yang sedang membuat lelucon denganku?
Aku memendamnya sendiri bersama cemas yang tiba-tiba saja sudah besar di dadaku. Entahlah, aku tak sadar, sejak kapan aku cemas melihat hari-hari tergunting di alamanak rumah. Ketika jam-jam merangkak. Dan minggu-minggu itu berguguran. Aku cemas. Sangat cemas.
(2) Paragraf kunci dalam cerita;
Sudah waktunya?” aku cemas, istriku mengangguk dengan muka meringis.
“Sudah sembilan bulan dua belas hari, Bang. Sudah lebih dari masanya.”
Seperti diperintah, aku teringat dengan isi surat lelaki bernama Michel de Nostradame itu. Bulan ke sembilan, lewat dua belas hari. Aku menelan ludah.
(3) Yang hendak disampaikan pencerita (menurut saya sebagai peresensi)
Fenomena 2012, ramalan yang menggemparkan duni. Tahun 2012 menurut ramalan suku Maya dunia akan kiamat. Cerpen itu pun ditulis pada tahun 2012, tahun yang sama pula dibuat film 2012 yang mengisahkan kiamat. Penulis ingin mengabarkan bahwa tahun 2012 bisa saja terjadi bencana seperti yang diramalkan.
(4) Pesan moral
Ramalan berdasarkan apapun awal munculnya, bisa karena hitungan nama, bulan, hari atau kesejajaran bintang, semuanya hanyalah ramalan. Tidak pasti. Ramalan hanyalah dugaan berdasarkan gejala, prakiraan, dan hitung-hitungan yang bisa saja meleset. Namun, manusia secara naluariah selalu ingin tahu esok, maka ketika dia diberi gambaran esok (yang belum tentu benar) dia gelisah sendiri.
(5) Kritik untuk cerpen:
Penulis kurang jeli dan intens dalam melihat tahun. Dia menuliskan surat itu ditulis tahun 1533, pada usia Nostradamus 30 tahun. Pada usia itu, Nostradamus belum membuat buku tentang ramalan. Buku The Prophecies terbit tahun 1555. Dan bukunya yang paling terkenal adalah The Almanac yang juga berisi ramalan terbit tahun 1550. Dan nama Nostradamus (nama aslinya Nostrademe (Perancis), menjadi Latin Nostradamus) itu dikenalkan mulai tahun 1550, jadi jika pada surat tertulis tahun 1533, nama yang tertulis seharusnya Nostredame.
03 June 2019
Resensi Cinta di atas perahu Cadik
Oleh: Sukab
Peresensi:
Badriah
(1) Kutipan
kata atau kalimat yang menarik dalam cerpen tersebut:
Para nelayan memang hanya tahu perahu
Lelaki apa kau ini! Sudah tahu istri dibawa
orang, bukannya mengamuk malah merestui!”
“Aku memang hanya orang kampung, Ibu, tetapi aku tidak mau
menjadi orang kampungan yang mengumbar amarah menggebu-gebu.
Kudoakan suamiku pulang dengan
selamat—dan jika dia bahagia bersama Hayati, melalui perceraian, agama kita telah memberi jalan agar mereka
bisa dikukuhkan.”
Namun keduanya juga mengerti, betapa bukan urusan siapa pun
bahwa mereka telah bercinta di atas perahu cadik ini.
(2) Paragraf kunci dalam cerita;
“Hayati dan
Sukab saling mencintai, kami akan bercerai dan biarlah dia
bahagia
menikahi Sukab, aku juga sudah bicara kepadanya.”
(3) Yang hendak disampaikan pencerita (menurut
saya sebagai peresensi)
Urusan cinta
tidak dapat dipasung oleh apapun termasuk pernikahan.
(4) Pesan moral
Menyelesaikan
urusan cinta tidak dapat menggunakan kekerasan. Sebagai manusia beradab, urusan
cinta dapat diselesaikan berdasarkan aturan dan hokum yang berlaku.
(5) Kritik
untuk cerpen: penyempitan dan penyederhanaan terhadap kehidupan nelayan yang
dianggap hanya tahu perahu. Pada kenyataannya, nelayan tahu lebih dari sekadar
perahu. Kedua, kalimat “Namun
keduanya juga mengerti, betapa bukan urusan siapa pun bahwa mereka telah bercinta di
atas perahu cadik ini.” Memberikan kesan bahwa cinta melegitimasi melakukan
hal-hal yang melanggar norma. Untuk konteks negara beragama, tidak bisa
membebaskan diri dari aturan dan tidak peduli (tidak bertanggung jawab secara
moral) seperti itu.
Inti cerita:
Hayati dan Sukab sama-sama telah berkeluarga, keduanya
saling mencintai. Keduanya pergi dengan perahu cadik dan para istri suami
masing-masing mengizinkan mereka melakukan itu karena tidak perlu repot
mengurusi cinta dengan kekerasan.
Cerpen Lengkap dapat dibaca di
https://sukab.wordpress.com/2007/06/25/cinta-di-atas-perahu-cadik/
https://sukab.wordpress.com/2007/06/25/cinta-di-atas-perahu-cadik/
02 June 2019
Belajar: Resensi #1
![]() |
| Ilustrasi: Nadia Permatasari/detikcom |
1. Sebotol
Air Dari Sebuah Perjalanan
Peresensi: Badriah
(1) Kutipan kata atau kalimat yang
menarik dalam cerpen tsb;
…bukankah kecantikan itu makanan terlezat bagi nafsu?
…pernikahan
adalah amanah dan bagaimana pun bentuk nasibnya haruslah dijaga dan ia hanya
memupuk kesabaran dari tahun ke tahun.
Ia tidak
boleh bernafsu pada seorang perempuan dan lebih buruk dari itu ketika ia tidak
boleh bernafsu pada istrinya sendiri.
Ia
teramat gembira telah mampu menghindar dari istri yang semacam istrinya, dengan
cara terhormat semacam ini.
Sebotol
air minum yang tidak boleh diminum itu akhirnya ia minum untuk mengusir dahaga.
Tak berselang lama, ia merasakan tubuhnya berangsur kaku. Ia terkulai dan
akhirnya tak bernapas lagi.
(2) Paragraf kunci dalam cerita;
Di antara
benar dan tidaknya mimpi istrinya, ia telah menemukan celah untuk melepaskan
diri dengan perjalanan yang diminta istrinya, perjalanan melepas yang tidak
lahir dari rasa yang tidak bertanggung jawab.
Sebotol
air minum yang tidak boleh diminum itu akhirnya ia minum untuk mengusir dahaga.
Tak berselang lama, ia merasakan tubuhnya berangsur kaku. Ia terkulai dan
akhirnya tak bernapas lagi.
(3) Yang hendak disampaikan pencerita
(menurut saya sebagai peresensi)
Ongky Arista UA memaparkan bahwa
pernikahan itu amanah yang tujuannya untuk memiliki keturunan. Namun perempuan
kadang mempunyai pikiran yang tidak masuk akal, misalnya jangan dulu memiliki
anak kalau belum punya harta yang cukup untuk menghidupinya. Oleh karenanya
carilah dulu harta, baru punya anak.
Ongky Arista UA hendak menggambarkan
bahwa keyakinan itu perlu untuk mendukung agar tujuan terus diupayakan sehingga
kelak bisa dicapai.
(4) Pesan moral
Pernikahan merupakan bertemunya dua
keyakinan: keyakinan yang dipegang istri, dan keyakinan yang dipegang oleh
suami. Kedua keyakinan ini harus bersinergi sehingga saling mendukung untuk
mencapai tujuan berkeluarga, misalnya memiliki anak.
(5)
Kritik untuk cerpen: di satu sisi Ongky Arista UA sangat mengejutkan ketika membuat
satu entitas biasa yaitu sebotol air minum menjadi sesuatu yang bisa
mengeksplorasi kehidupan sebuah rumah tangga dan kekisruhan di dalamnya. Di
sisi lain, Ongky Arista UA tidak adil dalam menggelar tokoh utama pria yang
seolah nurut dan manut pada istrinya. Isi cerita berpusat pada satu keinginan:
menuruti keinginan istri, sedangkan dalam keinginan suaminya tidak tersentuh,
dan bahkan tidak ada suaranya.
Inti
cerita
Seorang pria tidak bisa menyetubuhi istrinya karena istrinya
khawatir nanti punya anak dalam keadaan miskin. Kata si istri, ;aku bermimpi,
temuilah orang berbaju putih, dan minumlah air ini setelah kamu berhasil. Si
pria berangkat, malah dia tidak berniat pulang, merasa bebas dari istrinya, dan
dia minum air itu, dia mati (mungkin air itu telah diracuni oleh istrinya)
2. Kakek
Tidak akan Mati
Oleh: Ongky
Arista UA
Peresensi:
Badriah
(1) Kutipan
kata atau kalimat yang menarik dalam cerpen tersebut;
Sejak
kanak-kanak, aku sudah percaya bahwa semua manusia akan mati tanpa terkecuali.
Lagi pula,
kematian itu bukan urusan manusia. Apa mungkin ada orang yang benar-benar paham
atas sesuatu yang bukan urusannya sendiri?
Lagi pula,
kematian itu bukan urusan manusia. Apa mungkin ada orang yang benar-benar paham
atas sesuatu yang bukan urusannya sendiri?
Apakah waktu bisa
menyepuh tubuh manusia menjadi tua?
…, tetapi
kematian adalah soal kepastian yang tak begitu tepat dipastikan–oleh siapa
pun–kapan akan benar-benar datang atau kapan akan benar-benar tidak datang.
“Hanya satu
kepastian, semua akan kembali pada yang Satu.”
(2) Paragraf kunci dalam cerita;
Kakek
meninggal. Nenek menjerit-jerit seperti jeritan anak kecil saat kakinya
terjepit roda sepeda yang dikendarianya, tersentak-sentak jeritnya. Sepertinya,
malaikat maut sudah dari tadi ikut bersama kita di lencak bambu ini atau di
atas dahan pohon kedondong sambil menahan angin dengan kaki terjuntai tepat di
atas ubun-ubun kakek.
Dan kematian
bukan lagi tentang manusia yang dapat bertahan hidup atau tidak, tentang
keyakinan atau tidak, umur tua atau tidak dan bukan pula soal menunggu waktu
atau tidak, tetapi kematian adalah soal kepastian yang tak begitu tepat
dipastikan–oleh siapa pun–kapan akan benar-benar datang atau kapan akan
benar-benar tidak datang.
(3) Yang hendak disampaikan pencerita (menurut
saya sebagai peresensi)
Ongky Arista UA
memaparkan bahwa manusia dicekoki sebuah keyakinan: manusia akan mati, dan
semua harus setuju dengan cekokan itu. Ketika seorang lelaki (kakek) melawan
cekokan turun temurun tersebut dengan menyebut dirinya tidak akan mati, kakek dipandang
manusia aneh.
(4) Pesan moral
Manusia mencari
jawaban atas semua pertanyaan yang muncul dibenaknya. Ada pertanyaan yang bisa
dijawab, ada pertanyaan yang bisa dijawab oleh waktu. Kematian merupakan
pertanyaan yang tidak perlu dijawab, waktu yang akan menjawabnya.
(5) Kritik
untuk cerpen: pertama, penggunaan Bahasa daerah yang disisipkan pada cerita,
walaupun diberi arti sejelas mungkin melalui penjelasan dalam kurung, namun
bagi saya sebagai pembaca itu mengganggu kenyamanan membaca. Kedua, pada kalimat
“Pohon kedondong di depan kakek sesekali menyemburkan angin. Beberapa lipat
daun gugur, sebagian hinggap di lencak kita duduk.” Penggunaan kata kita terasa janggal. Saya sebagai
pembaca membayangkan bahwa saya ikut menjadi bagian cerita karena akibat kata
ganti kita. Padahal saya tidak ikut menjadi siapapun dalam cerita itu, saya
hanya pembaca saja. Mungkin menggunakan kata ‘kami’ lebih tepat, agar jelas
yang duduk itu hanya para pelakon dalam cerita itu saja.
Inti
cerita:
Seorang lelaki mengaku tidak akan pernah mati karena ia
mengatakanya begitu. Istrinya sangat mempercayainya. Cucunya menanyakan apakah
benar kakek tidak akan mati, namun kakek itu mati. Si cucu merasa menemukan
jawban, melihat neneknya menangis
“apakah nenek merasa tertipu karnea ternyata kakek mati.
Cerpen lengkap dapat dibaca di:
Diskusi untuk perbedaan resensi, dapat diunggah pada komentar.
01 June 2019
Breakfasting Together (BT)
BT or known as buka bersama (bukber) is phenomena that only exist in Indonesia. BT happens during fasting month mostly in week three and four. This activity becomes a room for everyone to meet and great.
I myself have a BT with my students year 2013. Those students mostly had graduated from their university. Some are pursuing postgraduate, some others have a job.
BT usually began with an invitation. I as their homeroom teacher is invited to after 8 years we did not meet.
The students who looked childish when they were in my classroom, now they had changed into a young mature person. They start their career. Their progress is amazing to me.
One of the students has a 2 months baby girl.
The meeting begins at 5 in the afternoon. We exchange information about our lives. Then, the signal for breaking the fast heard at 6. We eat food together. BT is a kind of social activity where each of the doers has the same goal, which is to strengthen friendships.
![]() |
| Bukber or BT as a room to make friendship tighter |
BT usually began with an invitation. I as their homeroom teacher is invited to after 8 years we did not meet.
The students who looked childish when they were in my classroom, now they had changed into a young mature person. They start their career. Their progress is amazing to me.
One of the students has a 2 months baby girl.
The meeting begins at 5 in the afternoon. We exchange information about our lives. Then, the signal for breaking the fast heard at 6. We eat food together. BT is a kind of social activity where each of the doers has the same goal, which is to strengthen friendships.
Subscribe to:
Posts (Atom)
No National Examination as Covid-19 Hit the Country
Teachers, administrators, and principals prepare all the students to be ready to join the national examination. This year is planned to be t...
-
1: Mawar Hitam Oleh: Chandra Malik Peresensi: Badriah (1) Kutipan kata atau kalimat yang menarik dalam cerpen tsb; ENGKAU adalah kata...
-
Kata kerja operasional (KKO) dibutuhkan pada saat membuat indikator pencapaian kompetensi (IPK) sebagai acuan untuk pengembangan materi ...
-
Pembukaan Lomba GTK Berprestasi Tingkat KCD Wil VI Pemilihan guru dan tenaga kependidikan (GTK) berprestasi dan berdedikasi tingkat SM...














